bhoendchiez community

Mengajar dengan Bahasa Cinta

Guru Bahasa Inggris di SMK Penerbangan Sedati
Oleh : Sulardi S.Pd., M M
Diambil dari beberapa sumber


"Tuhan kirimkanlah aku… guru yang baik hati yang mencintai aku apa adanya." Itulah sepenggal pelesetan lagu Dewa syarat makna dan merupakan ungkapan seorang siswa yang sedang merana dalam belajarnya.

Berdasarkan hasil survei kecil-kecilan kepada teman-teman guru di sekolah kami, ternyata 9 di antara 10 guru pernah mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan ketika mereka masih duduk di bangku SD, SMP, atau SMA sekitar 20 hingga 30 tahun yang lalu. Ingatan mereka, termasuk penulis, masih segar ketika mendapat hukuman spontan dari guru karena divonis melakukan suatu kesalahan. Misalnya, mengganggu teman, berbicara atau bermain ketika guru sedang menerangkan, tidak mengerjakan PR, tidak bisa menjawab soal dengan benar, dan nyontek ketika ulangan.

Berbagai macam hukuman pun segera kami terima, disuruh berdiri di depan kelas, dijewer bergiliran oleh teman sekelas, dijemur, dan membersihkan kamar mandi. Bahkan, penulis pernah dimasukkan ke dalam lemari cukup lama, baru dibuka setelah menangis keras.

Menciptakan Budaya Membaca Dan Menulis Guna Mencerdaskan Kehidupan Masa Depan Bangsa Di SMK Penerbangan Sidoarjo

Oleh : Budi Handayani

Awalnya saya berpikir bagaimana sekolah kita mempunyai perpustakaan yang lengkap sebagai sarana pembelajaran bagi siswa yang membutuhkan buku sebagai komunitas pendidikan, apalagi jika buku-buku teknik penerbangan sebagai koleksi perpustakaan sekolah kita. Dalam pikiran andai benar ini tercipta apakah ada pengaruh terhadap kecerdasan siswa di SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo ini? Tentu semua ini berdampak positif, sehingga langkah awal untuk memulai menghidupkan perpustakaan sekolah sejak 2 tahun lalu saya dan teman-teman guru dengan caranya sendiri-sendiri membuat langkah untuk menggerakkan seluruh siswa, terutama yang duduk di kelas terakhir yang mau tamat untuk menyumbangkan buku-buku yang bermanfaat untuk sekolah kita dan sampai saat ini sudah masuk tahun ketiga.

SEBUAH RENUNGAN (Forwarded from Filosofi Hidup)


sumber : Catatan Sulardi Nur Rakhim

Bagaimanapun kita berusaha berbuat baik, berkata jujur, bertingkahlaku sopan-santun, mengasihi terhadap sesamanya, ternyata masih banyak juga orang yang tidak suka dengan kita ;

Sebaliknya bagaimanapun jahatnya dan tidak jujurnya seseorang dengan orang lain, ternyata masih banyak juga orang yang suka dengan mereka ;
Karena baik dan buruk mendapat porsi dan tempat tersendiri dari tiap-tiap orang tuk mensikapinya, karena kebutuhan manusia jualah yang menentukan dan menghakimi semua itu.

Bukankah dalam percaturan hidup tidak ada kawan dan lawan yang abadi, kecuali kebutuhan yang abadi. Bukankah demi kebutuhan, seseorang dapat saja dibenarkan dari kesalahan yang telah diperbuatnya, dan dunia tidak kekurangan alasan untuk membenarkannya.

CITRA SEKOLAH KEJURUAN DAN MAN SEBAGAI SEKOLAH KELAS DUA



Oleh : Sulardi, S.Pd., M M

adalah fenomena bahwa pendidikan atau sekolah itu sudah terkotak- kotak di Indonesia dan dimana-mana di atas dunia ini. Untuk Indonesia ada sekolah agama dan ada sekolah umum, orang yang taat menyebutnya dengan sekolah sekuler. Ada sekolah swasta dan ada sekolah negeri. Kemudian secara vertikal ada Sekolah Dasar (SD), SMP, STLA dan perguruan tinggi. Untuk tingkat SLTA ada namanya SMA, MA dan SMK.

SMA jumlah sangat banyak dan terlihat serba diperhatikan alias dianak emaskan oleh masyarakat, pemerintah dan malah juga oleh media massa. Event- event yang ada di SMA dikupas tuntas dan disebarluaskan, kemudian berita- berita tentang MAN dan SMK porsi nya tidak berimbang dibandingkan SMA. Secara konvensional orang mengatakan bahwa anak- anak yang belajar pada MAN kelak bisa menjadi anak surga (baca: generasi yang taat) dan dulu ketika STM belum lagi dikenal dengan sebutan SMK, dikenalkan sebagai sekolah yang murid- muridnya suka berkelahi massal atau tawuran.

Internet dan Pendidikan


Penulis : Sulardi Nur R Ardi S.Pd., MM

Saat ini kita berada pada zaman dimana kita harus bergerak secepat kilat jika kita ingin terus berada pada arus zaman. Segala sesuatunya berubah setiap kali matahari terbit dan tenggelam. Hari esok datang dengan berjuta perkembangan dan hal-hal baru. Begitu halnya teknologi. Teknologi diadaptasikan pada segala aspek kehidupan, membuat hidup jadi lebih mudah dan menarik. Teknologi pun sedemikian rupa diaplikasikan untuk dunia pendidikan. Bagi yang berpendapat bahwa pendidikan online akan berkembang dikemudian hari, mungkin Anda telah ketinggalan kereta, pendidikan online, telah berkembang sedemikian rupa disaat sekarang ini.

Pendidikan Online, Disaat Sekarang dan Disaat Mendatang

Belakangan, banyak sekolah, universitas dan institusi pendidikan lainnya yang menawarkan pendidikan jarak jauh via internet. Bahkan,
beberapa dari mereka hanya menawarkan pendidikan online, dan menjadi institusi virtual. Kitapun sekarang bisa menemukan dengan mudah berbagai situs pendukung pendidikan online. Ada yang menawarkan meeting place, video conference, bahkan sebuah kelas virtual, lengkap dengan video dan audio. Contohnya WiZiQ, dimana siapapun bisa mengajar dan belajar apapun, hanya dengan sign up, atur jadwal sesi, pilih sesi yang kita inginkan, dan gunakan kelas virtualnya. Jadi jelas, pendidikan online bukan merupakan masa depan lagi, tapi merupakan masa kini.